Klik Satu Kali Itung2 Amal Gan

UD. Arum Jati - Home Industri di Sektor Perkayuan

Diposkan oleh Blog For Funz on Kamis, 13 September 2012




Kayu merupakan komoditas perdagangan yang bernilai jual tinggi terutama untuk kayu Jati. Masyarakat cenderung menggunakan kayu jati sebagai kayu kualitas pertama untuk berbagai kebutuhan pembangunan rumah maupun mebeler. Peluang ini lah yang dimanfaatkan Suryo Wijiharto dengan mengembangkan usaha dagang kayu dan produk olahannya dengan nama UD Arum Jati. Suryo merintis usaha ini sejak tahun 1987 yang merupakan usaha turun temurun dari kakeknya. 





















UD. Arum jati menjual kayu gelondong atau lok dan memproduksi aneka produk dari kayu khususnya kayu jati. Untuk kayu lok, kayu yang tersedia yaitu kayu jati, mahoni dan akasia. Kayu-kayu tersebut sebagian besar berasal dari Wonosari dan sebagian kecil dari Seloharjo. Suryo menjelaskan, kayu gelondong yang dijual merupakan kayu pilihan yang berasal dari pinggir pantai karena mempunyai karakteristik kandungan air rendah dan kandungan minyaknya tinggi atau biasa disebut kayu klasifikasi A. Sedangkan untuk produk jadinya antara lain kusen, daun pintu dan jendela, meja kursi, almari dan kursi tamu. Arum jati juga memproduksi dinding dan lantai dari kayu yang biasa disebut flooring. 





Untuk furniture, Arum jati memproduksi kualitas terbaik yang umumnya dijangkau pasar menengah keatas. Kusen jati untuk kualitas I harga grosir Rp. 95.000 per m3 dan harga satuan Rp. 110 – 120 ribu per m3. Untuk kualitas II, harga grosir Rp. 70.000 dan harga eceran Rp. 85 - Rp. 95.000,-.Daun pintu ukuran standar 80 X 200 X 2 cm yakni kondisi satu panel, harga grosir Rp. 550.000 dan harga eceran Rp. 700 ribu,- sedangkan untuk dua panel dengan tebal 3 cm, harga grosir Rp. 900 ribu dan harga eceran Rp. 1.050 juta. Harga daun jendela dengan ukuran 55 X 150 cm dipatok mulai Rp. 350 ribu. Sedangkan furniture lainnya, meja dan kursi sekolah Rp. 600. Ribu per set, almari berukuran 2 m X 115 cm Rp. 1.750 juta yang kualitas I dan Rp. 1.5 juta untuk kualitas II. Produk lain yang ditawarkan yaitu flooring berkualitas ekspor. Berdasarkan penjelasan Suryo, floring ini terdiri dari dua tipe yaitu flooring dengan tebal 2,2 cm, lebar 9-18 cm, panjang 75-180 cm biasanya untuk lantai dan tipe kedua tebal 1, 6 cm, lebar 5- 7 cm, panjang 30 – 180 cm biasa untuk dinding rumah. Produk ini merupakan pesanan dari Agus dan Novi, pengusaha dari Panjatan Kulonprogo untuk dikirim ke luar negri. Harga flooring ini untuk lantai Rp. 18 juta – Rp. 22 juta / m3 untuk kualitas I dan Rp. 16- 19 juta per m3 untuk kualitas II. Untuk flooring dengan tebal 1,6 cm yakni untuk dinding kualitas I dijual dengan harga Rp. 16.5 juta per m3 dan untuk kualitas II Rp. 12,5 juta perm3. Suryo juga menjelaskan harga kayu gelondong yang dijual bervariasi sesuai jenis kayu dan tipenya yaitu A1, A2, A3 dan A4. Perbedaan keempat tipe terletak pada diameter kayu dimana A1 diameter 16-29 cm, A2 diameter 22, 25 dan 28 cm, A3 diameter 30 – 39 cm dan jenis terakhir A4 untuk kayu diameter 40 cm keatas. Untuk harga jualnya, kayu jati dengan panjang 1- 2 m tipe A1 Rp. 2,7 juta per m3 dan untuk A2, A3 dan A4 kelipatan 1 juta dari harga A1. Berbeda lagi untuk kayu mahoni dan akasia yang lebih murah, tipe A1 Rp. 850 ribu , A2 Rp. 1.150 juta , A3 Rp. 1.6 juta dan tipe A4 Rp. 1.8 juta . Suryo menambahkan untuk panjang kayu 2,1 m keatas harganya ditambah Rp. 1 juta untuk jati dan Rp. 100 ribu untuk mahoni dan akasia. Kapasitas usaha ini terbilang cukup besar, untuk mebel saja per bulan mencapai 135 unit, kayu gelondong 40-50 m3, dan flooring 5m3. Proses produksi tersebut melibatkan 6 – 20 tenaga tebang dan 4 -6 tukang kayu yang dibayar secara harian. Upah harian tenaga tebang Rp. 40.000 – Rp. 50.000 dan upah tukang kayu Rp. 45.0000 – Rp. 55.000. Dalam penjelasannya, Suryo mengatakan pohon yang ditebang dalam satu bulan sekitar 40 hingga 50 pohon. Dari kapasitas produksi diatas usaha ini mampu meraih omzet rata-rata Rp. 85 juta untuk mebel dan omzet lok Rp. 120 juta per bulan dengan tingkat keuntungan 5 hingga 10 %. Proses produksi mebel UD. Arum Jati sudah menggunakan mesin-mesin bertenaga listrik. Mesin mebel yang dimiliki yaitu mesin pasah 4 buah senilai Rp. 4.2 juta, mesin profil 2 buah senilai Rp. 2,1 juta, mesin tatah 1 buah senilai 5 juta, mesin bor 2 buah senilai Rp. 1,4 juta, mesin serkel senilai Rp. 3,5 juta dan mesin amplas senilai Rp. 850.000. Disamping itu, juga dimiliki mesin planner bantuan dari Dinas Sosial Prov. DIY. Untuk meningkatkan pelayanan terhadap konsumen, Suryo juga memiliki kendaraan pengankut yaitu truk senilai Rp. 110 juta. Keseluruhan modal kerja yang dimiliki saat ini mencapai Rp. 350 juta. Pangsa pasar Arum Jati melayani wilayah sekitar Jogja dan sebagian kecil Jawa Tengah. Sebelumnya, usaha ini juga melayani pelanggan di luar kota seperti Bali dan Jepara, namun terjadi permasalahan dalam pembayaran, sehingga tidak dilanjutkan. Untuk menghindari kejadian berulang, kini pembayaran harus dilakukan secara tunai atau bayar di tempat. Sebagai imbal baliknya, layanan antar dan pemasangan tidak dipungut biaya tambahan. Konsumen juga tidak perlu khawatir untuk masalah legalitas usaha, karena ijin yang dimiliki cukup lengkap yaitu HO, SIUPP, TDP dan Ijin Tebang. Suryo dalam keterangannya juga menjelaskan prinsip utamanya adalah kejujuran dan menghindari penebangan kayu Ilegal.

Info lebih lanjut hubungi :
UD Arum Jati : d/a. Dukuh Rt 01, Seloharjo, Pundong, Bantul
Kontak Person : Suryo Wiji Harto - Hp : 081 392 372 828 atau 0878 39 773 775 

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Artikel Terpopuler