Klik Satu Kali Itung2 Amal Gan

Untung Rugi Ternak Kenari Lokal VS Import

Diposkan oleh Blog For Funz on Sabtu, 17 November 2012


Keberagaman burung kenari  begitu banyak baik  karena perbedaan warna, bentuk maupun perbedaan jenis karena suaranya. Tidak ada satu jenis burungpun yang memiliki varian begitu banyak seperti kenari, inilah sesungguhnya salah satu daya tarik dari burung kenari. Semua jenis kenari -kenari itu  sesungguhnya  import, akan tetapi karena sudah lama dikembangbiakan di negeri ini sebagian besar hobiis menganggap burung tersebut asli tanah air. Sedangkan istilah kenari import yang dipahami oleh hobiis adalah kenari-kenari yang menetas dan dibesarkan di negeri asalnya.
Kenari Lokal
Yorkshire (YS) Ring DKB-Jerman
Kenari-kenari import yang kemudian dikembangkan di tanah air ini seolah mengalami penurunan kualitas dalam hal ukuran dan variant, terutama  untuk kenari-kenari yang memasuki generasitujuh turunan…..he he he.  Tersangka utama dari menurunnya kualitas ananakan tersebut bisa disebabkan karena faktor pola rawat dan pakan. Tentu saja itu hanyalah prediksi semata, sebab untuk mengetahui secara akurat haruslah diadakan penelitian secara serius.   Tidaklah mengherankan jika harga kenari-kenari import itu tetap berharga lebih mahal dibanding kenari-kenari yang berKTP lokal. Mahalnya kenari-kenari import itu bagi sebagian hobiis berkantong tipis cukup hanya menelan ludah saja dan harus puas dengan berburu anakan pertamanya atau yang disebut F1 atau generasi keduanya yang disebut F2. Mengenai katagori F1, F2, F3  dan sseterusnya akan dibahas pada kesempatan lain.
Lalu bagaimana langkah kita sebagai peternak ?  Hmmmm…..benar-benar peluang menggiurkan. Coba bayangkan seekor anakan kenari import yang dagingnya hanya seukuran jempol harganya amat sangat berlipat dibanding seekor kambing dewasa. Jika sekali panen anakan berjumlah 2 ekor saja, harganya bisa melampoi seekor sapi dewasa.
Karena bertenak tidak melulu urusan hoby, melainkan harus mempertimbangkan break even pointnya agar energi selama beternak berimbang  dengan nilai ekonomi dari beternak itu sendiri. Mari kita coba bandingkan keuntungan dan kerugiannya. Salah satu yang harus dipertimbangkan adalah pendanaan tentunya.
Asumsi
Kenari lokal
Indukan Jantan gacor  = Rp 350.000, sedangkan indukan betina siap ternak = Rp 200.000
Untuk menebus sepasang indukan membutuhkan dana  Rp. 550.000
Jika saja sepasang indukan ini menghasilkan anakan sebanyak 3 ekor, anggap saja semua anakan jantan semua. Usia 2-3 bulan  kita jual Rp. 250.000. Maka sekali periode,  kita akan panen sebesar Rp. 750.000. Prosentase keuntungannya kurang lebih  45 %.
Kenari Import
Sy ambil contoh kenari Import Yorshire, karena ini paling populer di kalangan hobiis kenari.
Yoskshire Jantan Gacor  = Rp. 5000.000, sedangkan betina siap ternak = Rp 4000.000.
Sehingga kita membutuhkan dana sebsesar 9 jt untuk menebus sepasang calon indukan ini.
Jika sepasang indukan ini menghasilkan anakan 3 ekor dan anggap semuanya jantan dan setelah usai 2-3 bulan kita jual Rp. 4000.000, maka sekali periode  kita akan mendapatkan nilai panen sebesar 12 jt…..uang semua lho itu…he he he…..hmmmm menggiurkan sekali bukan ? Prosentase keuntungannya 33%.
Tinggal pilih dech, mau ternak Kenari lokal atau Import ?
Mari kita coba bandingkan dari kedua jenis ini.

1. Nilai Ekonomi
Pada jenis lokal hanya butuh dana sebesar Rp.550.000 sedangkan pada kenari import YS butuh dana sebesar Rp.9000.000.
Jika saja dana Rp.9000.000  itu kita alihkan untuk membeli indukan lokal, maka akan didapat sebanyak kurang lebih 16 pasangan indukan siap tangkar. Jika 16 pasang ini masing-masing menghasilkan anakan 3 ekor, maka panen anakan akan diperoleh sebanyak  48 ekor. Anda sudah mendapatkan panen sebesar 12 juta.  Nilai nominal dari kedua jenis ini kurang lebih sama.
2. Faktor Resiko
a. Kenari Lokal
  1. Perawatannya lebih mudah, tidak perlu pengkondisian istimewa
  2. Peluang hidup lebih tinggi, jika ada kematian pada beberapa ekor tentu tidak menghabis semua indukan
  3. Menjualnya lebih mudah
  4. Perlu tempat lebih luas
  5. Mungkin juga perlu pembantu karena pekerjaannya lebih banyak
b. Kenari Import Yoakshire
  1. Perawatannya lebih sulit, perlu pengkondisian istimewa
  2. Peluang hidup lebih kecil karena perlu adaftasi dengan ligkungan setempat. Jika ada kematian pada indukan, maka kerugiannya lebih besar
  3. Perlu kesabaran untuk memasarkannya.
  4. Hanya butuh tempat kecil saja
  5. Lebih efesien dari sisi tenagaOpini yang berkembang saat ini, Kenari Yorkshire ternakan lokal memiliki daya tahan tubuh lebih baik dibanding import. Benarkah demikian, monggo dibuktikan.
Naaah tinggal anda pertimbangkan, pilih mana ternak importkah atau lokal kah ?  Semuanya tergantung ke selera dan pendanaan.  Ada kebanggaan tersendiri saat anda beternak import. Tapi apakah beternak itu hanya melulu soal kebanggan atau nilai keekonomiannya, termasuk faktor resiko lainnya
http://balekreatif.wordpress.com/2012/05/23/untung-rugi-ternak-kenari-lokal-vs-import/

{ 0 komentar... read them below or add one }

Poskan Komentar

Artikel Terpopuler