Klik Satu Kali Itung2 Amal Gan

Memilih Pelumas Yang Baik Dan Benar

Diposting oleh Blog For Funz on Rabu, 08 Desember 2010

Pelumas adalah bahan penting bagi kendaraan bermotor. Memilih dan
menggunakan pelumas yang baik dan benar untuk kendaraan bermotor anda,
merupakan langkah tepat untuk merawat mesin dan peralatan kendaraan
agar tidak cepat rusak dan mencegah pemborosan.

Umum beranggapan bahwa fungsi utama oli hanyalah sebagai pelumas mesin.
Padahal oli memiliki fungsi lain yang tak kalah penting, yakni antara
lain sebagai; Pendingin, Pelindung dari Karat, Pembersih dan Penutup
Celah pada Dinding Mesin.

Semua Fungsi tersebut adalah sangat erat berkaitan; sebagai Pelumas,
Oli akan membuat gesekan antar komponen di dalam mesin bergerak lebih
halus, sehingga memudahkan mesin untuk mencapai suhu kerja yang ideal.
Selain itu Oli juga bertindak sebagai fluida yang memindahkan panas
ruang bakar yang mencapai 1000-1600 derajat Celcius ke bagian lain
mesin yang lebih dingin.

Dengan tingkat kekentalan yang disesuaikan dengan kapasitas volume
maupun kebutuhan mesin. Maka semakin kental oli, tingkat kebocoran
akan semakin kecil, namun disisi lain mengakibatkan bertambahnya beban
kerja bagi pompa oli.

Oleh sebab itu, peruntukkan bagi mesin kendaraan Baru (dan/atau
relatif Baru berumur dibawah 3 tahun) direkomendasikan untuk
menggunakan oli dengan tingkat kekentalan minimum SAE10W. Sebab
seluruh komponen mesin baru (dengan teknologi terakhir) memiliki
lubang atau celah dinding yang sangat kecil, sehingga akan sulit
dimasuki oleh oli yang memiliki kekentalan tinggi.

Selain itu kandungan aditif dalam oli, akan membuat lapisan film pada
dinding silinder guna melindungi mesin pada saat start. Sekaligus
mencegah timbulnya karat, sekalipun kendaraan tidak dipergunakan dalam
waktu yang lama. Disamping itu pula kandungan aditif deterjen dalam
pelumas berfungsi sebagai pelarut kotoran hasil sisa pembakaran agar
terbuang saat pergantian oli.

SPESIFIKASI OLI
Semakin banyaknya pilihan oli saat ini, tidak semestinya membuat bingung.
Ada beberapa hal yang mungkin bisa dijadikan Acuan; antara lain, kenali
karakter kendaraan anda (spesifikasi mesin serta lingkungan dimana
mayoritas anda berkendara (suhu, kelembaban udara, debu, dsbnya.).

Tingkat kekentalan oli yang juga disebut “VISKOSITY-GRADE” adalah
ukuran kekentalan dan kemampuan pelumas untuk mengalir pada temperatur
tertentu menjadi prioritas terpenting dalam memilih Oli. Kode pengenal
Oli adalah berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari Society of
Automotive Engineers. Selanjutnya angka yang mengikuti dibelakangnya,
menunjukkan tingkat kekentalan oli tersebut. SAE 40 atau SAE 15W-50,
semakin besar angka yang mengikuti Kode oli menandakan semakin
kentalnya oli tersebut.

Sedangkan huruf W yang terdapat dibelakang angka awal, merupakan
singkatan dari Winter. SAE 15W-50, berarti oli tersebut memiliki
tingkat kekentalan SAE 10 untuk kondisi suhu dingin dan SAE 50 pada
kondisi suhu panas. Dengan kondisi seperti ini, oli akan memberikan
perlindungan optimal saat mesin start pada kondisi ekstrim sekalipun.
Sementara itu dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja
pada kisaran angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.

Mutu dari oli sendiri ditunjukkan oleh kode API (American Petroleum
Institute) dengan diikuti oleh tingkatan huruf dibelakangnya. API: SL,
kode S (Spark) menandakan pelumas mesin untuk bensin. Kode huruf kedua
mununjukkan nilai mutu oli, semakin mendekati huruf Z mutu oli semakin
baik dalam melapisi komponen dengan lapisan film dan semakin sesuai
dengan kebutuhan mesin modern.

§ SF/SG/SH – untuk jenis mesin kendaraan produksi (1980-1996)
§ SJ – untuk jenis mesin kendaraan produksi (1996 – 2001)
§ SL – untuk jenis mesin kendaraan produksi (2001 – 2004)

Perhatikan peruntukan pelumas, apakah digunaan untuk pelumas mesin
bensin, atau diesel (2 tak atau 4 tak), peralatan industri, dan
sebagainya. Untuk memilih kualitas pelumas yang cocok, kita dapat
mengacu pada API Service (American Petroleum Institute), JASO (Japan
Automotive Standard Association), ACEA (Association Des Constructeurs
Europeens d’ Automobiles), DIN (Deutsche Industrie Norm), dan
lain-lain yaitu acuan untuk kerja (performance) pelumas berdasarkan
standar yang dikeluarkan oleh lembaga independen industri pelumas
international.

Semua oli baik mineral maupun synthetic sama-sama ada standar APInya.
Oli mineral biasanya dibuat dari hasil penyulingan sedangkan oli
synthetic dari hasil campuran kimia. Bahan oli synthectic biasanya PAO
(PolyAlphaOlefin). Jadi oli Mineral API SL kualitasnya tidak sama
dengan oli Synthetic API SL.

Oli synthetic biasanya disarankan untuk mesin2 berteknologi terbaru
(turbo, supercharger, dohc, dsbnya) juga yang membutuhkan pelumasan
yang lebih baik (racing) dimana celah antar part/logam lebih
kecil/sempit/presisi dimana hanya oli synthetic yang bisa melapisi dan
mengalir sempurna. Oli synthetic tidak disarankan untuk mesin yang
berteknologi lama dimana celah antar part biasanya sangat
besar/renggang sehingga bila menggunakan oli synthetic biasanya
menjadi lebih boros karena oli ikut masuk keruang pembakaran dan ikut
terbakar sehingga oli cepat habis dan knalpot agak ngebul.

Berikut beberapa keunggulan oli synthetic dibandingkan oli mineral :
§ Lebih stabil pada temperatur tinggi
§ Mengontrol/Mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin
§ Sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/cuaca dingin
§ Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah terjadi gesekan
antar logam yang berakibat kerusakan mesin
§ Tahan terhadapan perubahan/oksidasi sehingga lebih tahan lama
sehingga lebih ekonomis dan efisien
§ Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan mesin lebih
dingin § Mengandung detergen yang lebih baik untuk membersihkan mesin
dari kerak

Jadi untuk mesin yang diproduksi tahun 2001 keatas disarankan sudah
menggunakan oli yang bertipe synthetic baik semi synthetic (campuran
dengan
mineral oil) atau fully-synthetic.

Note: Kalau untuk pemakaian sehari-hari cukup yang semi synthetic.
Oli untuk motor sampai saat ini belum dapat informasinya yang sudah
API SL.
Oli motor synthetic hampir semuanya baru SJ, kalo mineral mungkin baru
SG/SH.

Mineral Oil :
§ Sprinta 2000 : SAE 20W-50, API SG
§ Evalube 4T : SAE 20W-50, API SF
§ Mesran Super : SAE 20W-50, API SG
§ Enduro 4T : SAE 20W-50, API SG
§ Penzoil Motorcycle 4T : SAE 20W-50, API SF

Oli yang bagus (biasanya synthetic) mampu memberikan lapisan film
tipis yang pada komponen metal yang bergerak yang mana berguna untuk
mengurangi gesekan komponen metal sehingga suara mesin jadi lebih
halus dan tarikan lebih mantap.

Pada intinya milih oli hampir sama dengan milih bini (cocok2an) tapi
ada garis besarnya yang bisa di-ikuti :
§ Disarankan jangan menggunakan oli untuk mobil ke motor anda sebab ada
bahan di-oli mobil yang harus dikurangi bahkan dihilangkan tetapi di motor
harus agak banyak untuk meredam gesekan karena putaran mesin motor
lebih tinggi dan lebih berat kerjanya.

§ Motor tahun 2001 keatas disarankan menggunakan Oli API SG keatas
misal API
SH/SJ atau SL. SAE bisa 20w50 atau 10w40. Usahakan yang Semi Sintetik
karena lebih licin sehingga bisa masuk kecelah2 metal mesin yang
sempit dan tahan oksidasi sehingga kualitas oli tidak gampang rusak
dan mesin jadi lebih bersih dan tentunya tarikan jadi lebih mantap.

Disarankan juga untuk menggunakan Pelumas yang memiliki dan
mencantumkan Nomor Pelumas Terdaftar Untuk melindungi kepentingan
masyarakat atas mutu pelumas yang beredar di dalam negeri pelumas
sesuai dengan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor
1693.K/34/MEM/2001 tanggal 22 Juni 2002. Pelumas yang memiliki NPT
adalah pelumas yang telah memenuhi persyaratan administratif dan
teknis serta lulus uji laboraturium terakreditasi yang ditunjuk oleh
Direktorat Jenderal MIGAS. NPT dapat diidentifikasikan dengan 12 digit
huruf dan angka Contoh : DEPTAMBEN RI NPT : AB25E4110199 atau DESDM RI
NPT : AC66E1054104.

MITOS
Minimnya pengetahuan tentang perkembangan teknologi pelumas,
menyebabkan timbulnya banyak mitos di masyarakat. Sebagai contoh, saat
mengganti oli mesin … oli bekas berwarna hitam … sering dianggap
oli berkualitas buruk.

Padahal justru sebaliknya, perubahan warna oli menandakan bahwa oli
telah bekerja dengan baik sebagai pelarut kotoran. Selanjutnya kotoran
akan terbawa keluar pada saat pergantian oli dilakukan, karenanya
dinding mesin akan terbebas dari kerak.

Dilain pihak, apabila perubahan warna tersebut terjadi dalam kurun
waktu yang sangat dekat (terhitung sejak saat pergantian pertama), itu
menandakan kemungkinan adanya kerusakan komponen didalam mesin
sehingga oli cepat teroksidasi.

Kita jangan bingung2, pake aja oli yang bagus (mungkin harus 2-4 kali
coba baru dapet, kayak pacaran aja kalau cocok jadi bini).
Kalau dilihat dibuku petunjuk motor hampir tidak disebutkan merk oli
dan yang disebutkan hanya API SG 20w50 atau yang lebih baik. Jadi
kalau anda pakai oli yang lebih baik kenapa takut garansi batal? Coba
tanya ke staff AHASS hal ini, apa jawaban mereka?

Untuk mencoba oli baru bisa ikuti prosedur berikut :
§ Sebelum ganti oli, coba bersihkan saluran bahan bakar dan kerak yang
mungkin ada di mesin. Tidak usah bingung, bisa pakai carburator
cleaner yang
dituang ke tangki misal merk STP. Lakukan tiga hari sebelum ganti oli dan
motor dipakai seperti biasa dan kalau bisa kecepatan agak tinggi, ini
untuk
membersihkan saluran bahan bakar dan endapan karbon.
§ Ganti oli dengan oli baru yang sesuai (jangan lupa ada JASO MA) termasuk
filter olinya. Lakukan penggantian oli pada kondisi mesin panas agar oli
lama keluar semua.
§ Coba deh pakai selama seminggu ada perubahan yang enak gak? kalau nggak
berarti olinya tidak cocok. Perubahannya : – Suara mesin jadi lebih halus,
tarikan lebih ringan, tenaga lebih mantap.

Oli merk apapun kalau sudah mendapat sertifikasi API (SG/SH/SJ/SL) dan
JASO
MA berarti oli itu sudah memenuhi standar baku yang cukup bagus dan
memenuhi semua unsur yang diperlukan oleh mesin. Masalahnya banyak oli
di Indonesia tidak ada ada sertifikasi tersebut. Coba lihat kemasan
oli anda, kalau tidak ada sertifikasi tersebut apakah anda rela mesin
anda menderita sengsara dan akhirnya turun mesin bahkan ganti mesin?

Berikut contoh Jenis-jenis Oli yang umum dipakai dan peredarannya mudah
didapat di bengkel-bengkel resmi penyalur oli:

Oli Repsol:
§ Repsol Moto Racing 4T 10W50 Semi Synthetic Oil
Sertifikasi: API SJ; JASO MA
§ Repsol Moto 4T 15W50 Mineral Oil
§ Repsol Moto Sintético 4T 10W40 Semi Synthetic Oil
Sertifikasi: API SG; JASO MA; Honda Specs.

Oli Shell 4T:
§ Shell Advance S4 SAE 10W-40, 15W-40, 20W-40, 20W-50, SAE 40 Mineral oil
Sertifikasi:
API SF; belum JASO MA menurut Shell Singapore
()
API SL; JASO MA menurut Shell USA
()
§ Shell Advance SX4 SAE 10W-40, 15W-40, 15W-50 20W-50 Mineral oil
§ Shell Advance VSX4 SAE 10W-40, 15W-50, 20W-40 Semi Synthetic oil
Sertifikasi: API SL – JASO MA
§ Shell Advance Ultra 4 SAE 10W-40, 15W-50 Synthetic oil
Sertifikasi:
API SG menurut Shell Singapore
API SL – JASO MA menurut Shell USA

Rasanya untuk produk oli import musti cek kemasannya sebab walaupun
kemasannya sama tapi sertifikasi beda. Jadi yang disana beli 35.000 kok
disini murah cuman 25.000 ternyata beda sertifikasi. Waspadalah…!

Oli Top1 :
§ SMO-MC SAE 20W-50 Semi Synthetic
Sertifikasi: API..??
§ EVOLUTION SAE 15W-50 Synthetic
Sertifikasi: API SL

Oli Esso ada 4 tipe :
§ Esso 4T 20W-40, 20W-50 (recommended for engine <50cc) Mineral Oil
Sertifikasi: API SF – JASO MA
§ Esso 4T Power 10W-40, 15W-40, 15W-50, 20W-50 Mineral Oil
Setifikasi: API SG – JASO MA
§ Esso 4T Pace 10W-40 Semi Synthetic Oil
Setifikasi: API SJ – JASO MA
§ Esso 4T Gold 10W-40, 15W-50 and 20W-50 Synthetic Oil
Setifikasi: API SJ, SH (15W-50) – JASO MA

Caltex:
§ Caltex Revtex Fully Synthetic 4T SAE 10W40,
§ Caltex Revtex Semi-Synthetic 4T SAE 20W50,
§ Caltex Revtex Super 4T SAE 10W40, 20W40, 20W50,
Sertifikasi: API SG, JASO MA
§ Caltex Revtex Plus 4T SAE 25W-40,
§ Caltex Revtex 4T SAE 40,
Sertifikasi: API SF, JASO MA

Mobil 1:
§ Mobil Super 4T SAE 15W-50,
Seritifikasi: API SG, JASO MA
§ Mobil Extra 4T SAE 10W-40
§ Mobil Racing 4T SAE 15W-50
Sertifikasi: API SJ, JASO MA

OLI AGIP :
§ AGIP Super 4T MINERAL 15W-50
§ AGIP TEC 4T SEMI-SINT. 15W-50
§ AGIP Racing 4T SINT. 20W-50
§ Sertifikasi: API SJ

OLI MOTUL :
§ MOTUL 3000 4T MINERAL 20W-50
§ MOTUL 5100 Ester SEMI-SINT. 15W-50
§ MOTUL 300V competition SINT. 15W-50
Sertifikasi: API SG – JASO MA

Ternyata oli mineral gak cocok untuk motor baru, so yang pakai repsol moto
15W50 siap2 ganti aja Jangan Keliru Memilih Oli Mesin MINYAK pelumas atau
oli tidak akan terpisahkan dengan mesin kendaraan bermotor. Tanpa oli,
mesin
rontok. Bila oli berkurang, komponen akan cepat aus akibat gesekan antara
kedua permukaan komponen. Karena itu, kelangsungan hidup mesin amat
dipengaruhi oleh oli.

Makin besar kerja mesin, makin penting peran oli.
Hal serupa juga terjadi pada sepeda motor, terutama di kota-kota besar, di
mana lalu-lintas cenderung macet, ruwet, dan suhu kian panas. Mengingat
penting dan peranannya, oli menjadi ladang bisnis menggiurkan paling tidak
tiap 2.000 km sampai 5.000 km– oli harus diganti. Berbagai merek dan
jenis oli pun bermunculan di pasaran. Mulai dari oli biasa (konvensional)
yang disebut pelumas mineral, sampai oli sintetis dan semi sintetis.
Perbedaan ketiga jenis oli ini, bisa dilihat dari komponen dan unsur di
dalamnya. Pelumas konvensional, umumnya terdiri atas 90% minyak dasar
(crude
oil), hasil penyulingan minyak bumi, ditambah 10% campuran bahan kimia
aditif guna meningkatkan kinerjanya.

Bahan kimia yang dipakai sebagai
campuran biasanya detergen (pembersih), antioksidasi dan Index Viscosity
Imorover (campuran peningkat kekentalan). Penggabungan unsur-unsur itu
membentuk oli yang mampu melumasi mesin. Pelumas sintetis, sebagian besar
atau seluruhnya terdiri atas bahan-bahan aditif. Jumlahnya menentukan
jenis
oli sintetisnya. Oli sintetis penuh (full synthetic oil) mengandung 100%
bahan aditif, yaitu minyak dasar bahan kimia yang bukan dihasilkan dari
penyulingan minyak bumi. Sedangkan oli semi sintetis pelumas yang dibuat
dengan menggunakan minyak dasar bahan kimia dicampur minyak mineral.

Mengingat proses pengolahannya tidak lagi mengandalkan minyak dasar, bahan
kimia yang banyak diaplikasi sebagai pengganti antara lain ester asam
berbasa dua, ester organo fosfat, ester-silikat, glicol-polialkilena,
silikon, klorida sert fluor hidrokarbon.

Mengingat bahannya masih alami,
oli mineral amat cocok untuk motor motor lawas, seperti Honda C-70, Honda
C-90Z, Supercup, Astrea 800, Yamaha V-75, Suzuki Crystal, Binter
Mercy, dan
sebagainya. Kelebihannya, oli tak mudah menguap saat mesin ada pada
temperatur ideal, sehingga jeroan yang sudah aus tidak bertambah parah.

Untuk mesin motor baru seperti Honda Supra, Karisma, Astrea Impressa,
Yamaha
F1-Z, RX-King, RX-Z, Kawak Ninja, Yamaha Vega, Yupiter, Kawak Kaze, Suzuki
Shogun, dan sebagainya, bisa memakai oli semi-sintetis. Perpaduan unsur
mineral dan kimia, mampu menjaga kondisi mesin tetap prima, tanpa
meninggalkan kemampuan untuk melindungi komponen dalam mesin.

Sedangkan oli full synthetic sangat cocok dipakai pada motor balap
yang mesinnya terus
menerus digeber pada putaran (rpm) tinggi. Oli ini mampu melumasi seluruh
bagian mesin sampai di sela-sela kecil sekalipun. Tingkat
kekentalannya pun
stabil meski dalam kondisi ekstrem, dan mampu menjaga mesin meski pada
suhu
tinggi. Klasifikasi oli sintetis tidak berbeda dengan oli biasa. Pelumas
sintetis mempunyai jenis klasifikasi tingkat kekentalan tunggal (single
grade), misalnya SAE 20, SAE 40 dan SAE 50.

Ada juga jenis klasifikasi
tingkat kekentalan jamak (multigrade) antara lain SAE 15W-50 atau SAE
20W-50. Bahkan, pada aplikasi motor balap atau mesin berteknologi
mutakhir, tingkat kekentalannya sering dibuat sangat ekstrem, misalnya SAE
5W-50, SAE 10W-60. Mengingat oli sintetis memiliki banyak keunggulan dan
proses pembuatannya lebih rumit dibanding oli biasa, harganya pun relatif
mahal. Nah, untuk memilih oli yang pas, sesuaikan dengan kebutuhan mesin
motor Anda.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar

Artikel Terpopuler